Yelprin, Yelprin (2026) HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KASSI-KASSI. Sarjana thesis, INSTITUT ILMU KESEHATAN PELAMONIA.
SKRIPSI YELPRIN_202205054.pdf
Download (4MB)
Abstrak
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis
yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi
insulin dan resistensi insulin. Pengendalian kadar gula darah sangat penting untuk
mencegah komplikasi. Faktor psikologis seperti tingkat stres serta faktor gaya
hidup seperti aktivitas fisik diketahui berperan dalam memengaruhi kadar glukosa
darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan aktivitas fisik terhadap
peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas
Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan
cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability
Sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98
responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner baku
Perceived Stress Scale (PSS) dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,865 untuk
mengukur tingkat stres dan kuesioner baku Global Physical Activity Questionnaire
(GPAQ) dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,750 untuk mengukur aktivitas
fisik, serta pemeriksaan kadar gula darah menggunakan glukometer. Hasil: Hasil
penelitian mayoritas usia berada pada kategori dewasa pertengahan (30-49)
sebesar 58 responden (59,2), jenis kelamin mayoritas berada pada kategori jenis
kelamin perempuan sebesar 59 responden (60,2%), sebagian besar responden
berada pada kategori pendidikan SD sebesar 29 responden (29,6%), sebagian
besar responden berada pada kategori pekerjaan ibu rumah tangga sebesar 52
responden (53,1), sebagian besar responden berada pada kategori tingkat stres
sedang 61 responden (62,2%) dan aktivitas fisik sedang 70 responden (71,4%)
dan sebanyak 51 responden (52,0%) memiliki kadar gula darah normal dan 47
responden (48,0%) mengalami hiperglikemia. Adapun hasil analisis uji Chi-Square
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan
peningkatan kadar gula darah (p = 0,005 < 0,05) serta terdapat hubungan yang
signifikan antara aktivitas fisik dengan peningkatan kadar gula darah (p = 0,002 <
0,05). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat
signifikansi α = 0,05. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
signifikan terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan
peningkatan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas
Kassi-Kassi Kota Makassar. Oleh karena itu, pengelolaan stres dan peningkatan
aktivitas fisik secara teratur perlu menjadi bagian penting dalam upaya
pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2
| Tipe Item: | Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan D3 (Sarjana) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Tingkat Stres, Aktivitas Fisik, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2, Puskesmas Kassi-Kassi. |
| Subjek: | Keperawatan > Keperawatan Interna |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan : S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Hardiyanti Arif |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 07:24 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 07:24 |
| URI: | https://repository.iikpelamonia.id/id/eprint/1259 |
