IMPLEMENTASI TERAPI SENI MENGGAMBAR DENGAN GANGGUAN KERUSAKAN MEMORI YANG MENGALAMI DEMENSIA PADA LANSIA

Adinda, Adinda (2026) IMPLEMENTASI TERAPI SENI MENGGAMBAR DENGAN GANGGUAN KERUSAKAN MEMORI YANG MENGALAMI DEMENSIA PADA LANSIA. Diploma thesis, INSTITUT ILMU KESEHATAN PELAMONIA.

[thumbnail of ADINDA.pdf] Teks
ADINDA.pdf

Download (4MB)

Abstrak

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami berbagai
perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang signifikan akibat penuaan.
Berdasarkan data World Health Organization( WHO 2024), diperkirakan terdapat
lebih dari 55 juta orang diseluruh dunia yang hidup dengan demensia. Menurut
Badan Pusat Statistik (BPS, 2021), jumlah lansia (usia 60 tahun ke atas) di
Indonesia mencapai 29,3 juta jiwa dan sekitar 4,07 juta lansia mengalami kesulitan
mengingat dan berkosentrasi dan di Provinsi Sulsel mencapai 8,3% setara dengan
sekitar 59.000 lansia dari total 721.451 diseluruh kabupatan/kota, Makassar dan
Gowa. Terapi menggambar memberikan manfaat signifikan bagi lansia dengan
demensia, seperti peningkatan fungsi kognitif, ekspresi emosi, dan pengurangan
agitasi melalui stimulasi kreativitas dan interaksi sosial. Tujuan: Untuk mengetahui
gambaran implementasi terapi seni menggambar dalam mengatasi gangguan
memori pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian menggunakan desain
penelitian studi kasus deskriptif pada dua lansia di Panti Werdha Theodora
Makassar dengan skor MMSE 11–20. Intervensi dilakukan selama 3 hari, masing
masing 15 menit, menggunakan teknik menggambar terstruktur berbasis
kenangan. Hasil: Kedua responden mengalami penurunan tanda dan gejala
gangguan memori setelah diberikan terapi menggambar ditandai dengan
menurunnya mudah lupa, menurunnya lupa jadwal atau aktivitas yang akan
dilakukan, meningkatnya kemampuan mempelajari hal baru, serta terjadi
peningkatan fungsi kognitif pada kedua responden skor MMSE dari 19 menjadi
21 pada responden pertama dan dari 20 menjadi 21 pada responden kedua.
Lansia juga menunjukkan peningkatan orientasi waktu dan konsentrasi,
Kesimpulan: Implementasi terapi seni menggambar yang dilakukan secara rutin
dan terstruktur dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat pada
lansia dengan demensia.

Tipe Item: Skripsi/Tesis/Disertasi/Laporan D3 (Diploma)
Kata Kunci: Demensia, Gangguan Memori, Lansia, Terapi Seni Menggambar.
Subjek: Keperawatan > Keperawatan Gerontik
Divisions: Fakultas Kesehatan : D3 Keperawatan
Depositing User: Hardiyanti Arif
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:36
Last Modified: 04 Aug 2026 02:36
URI: https://repository.iikpelamonia.id/id/eprint/1205

Actions (login required)

View Item
View Item